Kamis, 04 Desember 2014

Motivator yang mendukung

A. Fuadi, Seorang penulis buku yang berjudul "Negeri 5 Menara" itu merupakan salah seorang yang me
ndorong saya untuk pergi ke Tokyo. Karena setelah membaca buku beliau dari ke-3 seri Negeri 5 menara tersebut, saya pun termotivasi untuk belajar di luar negeri di sana dengan teman baru, musim baru, dan hal yang baru. Berikut biografi beliau :

Kelahiran Nagari Bayur, sebuah kampung kecil di pinggir Danau Maninjau, Sumatera Barat, 30 Desember 1972. Ibunya adalah guru SD dan ayahnya guru madrasah. Sering berpindah tempat dan dituntut beradaptasi cepat dengan lingkungan, membuatnya mudah menyesuaikan diri di manapun ia bermukim.
Menginjak remaja, ia di sekolahkan di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur (1988). Setelah lulus pada tahun 1992, ia mencoba mendaftar di perguruan tinggi negeri lewat jalur UMPTN dan diterima di jurusan Hubungan Internasional, Universitas Padjajaran (UNPAD) Bandung, Jawa Barat.
Semasa kuliah, ia pernah mewakili Indonesia ketika mengikuti program Youth Exchange Program di Quebec, Kanada (1995-1996). Di ujung masa kuliahnya di UNPAD, ia mendapat kesempatan kuliah satu semester di National University of Singapore dalam program SIF Fellowship (1997).
Setelah lulus kuliah pada tahun 1997, ia mendengar majalah TEMPO kembali terbit. Ia kemudian melamar sebagai wartawan majalah TEMPO dan di terima (1998). Kelas jurnalistik pertamanya dijalani dalam tugas-tugas reportasenya di bawah para wartawan senior TEMPO.
Setahun kemudian, ia mendapat beasiswa Fulbright untuk program Master di School of Media and Public Affairs, George Washington University, Amerika Serikat (1999-2001). Merantau ke Washington DC bersama Danya Dewanti atau yang biasa di panggil Yayi, istrinya yang juga wartawan TEMPO. Sambil kuliah, mereka menjadi koresponden TEMPO dan wartawan VOA.
Berita bersejarah seperti peristiwa 11 September 2001 dilaporkan mereka berdua langsung dari Pentagon, White House dan Capitol Hill. Mereka juga mewawancarai tokoh-tokoh seperti Colin Powell dan Paul Wolfowitz.
Tahun 2004, ia kembali mendapatkan beasiswa Chevening untuk belajar di Royal Holloway, University of London, Inggris, untuk bidang film dokumenter, yang diselesaikannya pada tahun 2005.
Tahun 2012, untuk yang kesekian kalinya ia mendapat beasiswa Rockefeller Foundation Bellagio Center di Italia. ia mendapatkan beasiswa ini lewat persaingan ketat dengan peserta dari seluruh dunia yang juga para penulis.
Di sela-sela tugas belajarnya diluar negeri, ia juga aktif di berbagai organisasi diantaranya pernah menjadi Wartawan dari CJSR 3 TV Communautaire, St-Raymond, Quebec, Kanada (1995), menjadi Asisten Penelitian, School of Media and Public Affairs, George Washington University, Washington DC, (2000-2001), Produser TV dan Editor, Voice of America (VOA), Washington DC, (Mei 2001 – Oktober 2002), Wartawan VOA Jakarta (November 2002 – November 2005).
Di luar aktivitas sastra, novelis yang menguasai empat bahasa, Indonesia, Inggris, Perancis dan Arab ini, juga di kenal sebagai seorang pekerja sosial. Salah satu aktivitas sosial yang dilakukannya yakni dengan mendirikan Komunitas Menara, sebuah yayasan sosial untuk membantu pendidikan masyarakat yang kurang mampu, khususnya untuk usia pra sekolah.
Saat ini Komunitas Menara mempunyai sebuah sekolah anak usia dini yang gratis di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Selain itu juga aktif sebagai seorang praktisi konservasi. Bahkan pada tahun 2007-2009, ia sempat menjabat sebagi Direktur Komunikasi The Nature Conservancy (TNC) yang merupakan salah satu organisasi konservasi terbesar di dunia.
Ahmad Fuadi adalah cucu Buya H. Sulthany Datuk Rajo Dubalang dan Buya Sulaiman Katik Indo Marajo. Kini, penyuka kegiatan fotografi ini, tinggal menetap bersama keluarga di kawasan Bintaro.
Karya-karyanya:
– Negeri 5 Menara (2009)
– Ranah 3 Warna (2011), dan
– Rantau 1 Muara (2013)
Penghargaan:
– The Ford Foundation Award (1999-2000)
– Indonesian Cultural Foundation Inc. Award (2000-2001)
– Colombus School of Arts and Sciences Award (2010)
– Longlist Khatulistiwa Literary Award (2010)
– Penulis dan Fiksi Terfavorit (2010)
– Anugerah Pembaca Indonesia (2010)
– Penulis/Buku Fiksi Terbaik, Perpustakaan Nasional Indonesia (2011), dan
– Liputan 6 Award, SCTV untuk Kategori Pendidikan dan Motivasi (2011)

x
Baca Selengkapnya →
 
Design by : Boedy Acoy | copyright@2010 | Support by : Blogger